HATI- HATI SKIMMER

Pembobolan ATM Dengan Teknik ATM Skimmer Scam
Socialize It →

Di tiga minggu belakangan ini Indonesia sedang diramaikan dengan berita “pembobolan ATM”. Para nasabah tiba-tiba saja kehilangan saldo rekeningnya akibat dibobol oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk masalah tipu-menipu dan curi mencuri adalah hal yang sepertinya sudah sangat biasa di Indonesia. Secara makro hal ini mungkin diakibatkan oleh kurangnya kesempatan kerja dan tidak meratanya pendapatan. (ada kata makronya, karena hari ini saya UAS Ekonomi Makro).

Indonesia sendiri di mata dunia, khususnya dunia transaksi internet sudah dipandang sebagai negara yang tidak aman. Bahkan menjadi negara yang terblaklist. Kebanyakan toko online milik asing tidak menerima transaksi dari dan ke dalam Indonesia. Hal ini juga terkait dengan kemajuan teknologi informasi di Indonesia yang menggila dan terkait juga dengan kasus carding “pencurian kartu kredit” yang besar dari Indonesia.

Berdasarkan data yang ada di TV dan surat kabar. Kasus pembobolan ATM ini di Indonesia (minggu-minggu ini) dimulai di Bali, dengan korban nasabah dari 5 bank besar yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BII dan Bank Permata. Diindikasikan oleh polisi dilakukan dengan menggunakan teknik skimmer.

Perlu kita tahu juga bahwa kartu atm/kartu kredit , menyimpan datanya melalui pita magnet seperti halnya kaset. Data dalam bidang magnet tersebut bisa dibaca dengan alat berupa head /card reader yang populer dinamakan skimmer. Teknik ini saya kenal pertama kali dari dosen saya setahun lalu (tapi hanya sekilas). Para pembobol ATM dan Carder biasanya adalah kelompok yang terorganisir. Mereka memiliki pembagian tugas, ada yang bertugas memasang skimmer, teknisi, mengumpulkan data dan bagian yang membelanjakan atau mengambil uang. Modus pembobolan ATM dengan menggunakan skimmer adalah :

Pelaku datang ke mesin ATM dan memasangkan skimmer ke mulut slot kartu ATM. Biasanya dilakukan saat sepi. Atau biasanya mereka datang lebih dari 2 orang dan ikut mengantri. Teman yang di belakang bertugas untuk mengisi antrian di depan mesin ATM sehingga orang tidak akan memperhatikan dan kemudian memeriksa pemasangan skimmer.
Setelah dirasa cukup (banyak korban), maka saatnya skimmer dicabut.
Inilah saatnya menyalin data ATM yang direkam oleh skimmer dan melihat rekaman no PIN yang ditekan korban.
Pada proses ketiga pelaku sudah memiliki kartu ATM duplikasi (hasil generate) dan telah memeriksa kevalidan kartu. Kini saatnya untuk melakukan penarikan dana. Biasanya kartu ATM duplikasi disebar melalui jaringannya keberbagai tempat. Bahkanada juga yang menjual kartu hasil duplikasi tersebut.

Bentuk ATM Skimmer
Bentuk alat ini menyerupai mulut slot ATM. Merupakan penangkap data magnetik (elektronict data capture) yang biasa digunakan. Selain untuk ATM, skimmer juga digunakan untuk keperluan mengambil data transaksi data permainan, absensi, tanda pengenal dan keperluan komunikasi data lainnya yang menggunakan kartu. Cara kerjanya mirip dengan head pada tape recorder. Sebagian cracker dan carder biasanya mendapatkan skimmer dengan cara membeli atau merakitnya. Tapi kebanyakan mereka dapatkan dengan membelinya. Berikut adalah gambar ATM Skimmer.

Tips
Jika sampai ke mesin ATM lihat saja mulut slot ATM, jika terlihat aneh sebaiknya jangan bertransaksi dan laporkan ke polisi. Karena ATM Skimmer ditempelkan ke mulut slot ATM jadi mesin ATM akan terlihat sangat janggal dengan menonjolnya mulut slot ATM.

Iklan

Puasa Ramadhan – Pengertian, Rukun, Syarat, Ketentuan Puasa Ramdahan

Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin , selamat puasa bagi yang menjalankan semoga amal ibadah puasa kita di terima dan doa kita di izabah Oleh Allah SWT..Aamiin..

Secara bahasa, puasa diartikan sebagai menahan dari sesuatu. Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkannya yang disertai dengan adanya niat dan dilakukan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

ads

Puasa juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menahan diri dari rasa lapar dan dahaga, serta dari perbuatan-perbuatan buruk maupun dari segala hal yang dapat membatalkannya dalam periode waktu tertentu yang pada umumnya dilakukan dalam jangka waktu satu hari. Adapun dilaksanakannya puasa adalah sebagai bentuk upaya dalam rangka menunaikan ibadah. Akan tetapi bagi sebagaian masyarakat, puasa juga dilakukan dalam rangka tujuan tertentu seperti untuk meningkatkan kualitas kehidupan spiritual seseorang, seperti puasa yang dilakukan oleh para pertapa

Puasa Menurut Ajaran Agama Islam

Puasa dalam islam juga dikenal dengan shaum yang merupakan salah satu ibadah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang pelaksanaannya boleh dilakukan pada hari apa saja, kecuali di dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dan di tiga hari tasrik.

Adapun definisi dari puasa menurut islam adalah menahan diri dari dua syahwat (yaitu perut dan kemaluan) serta dari segala yang memasuki tenggorokan seperti obat-obatan dan lain sebagainya yang dilakukan mulai dari terbit fajar kedua / shadiq hingga terbenamnya matahari kembali dengan disertai oleh niat yang tulus dengan tujuan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Ditinjau dari hukumnya, puasa dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

Puasa wajib seperti puasa ramadhan, puasa kifarah, puasa qadla, serta puasa nazar
Puasa sunnah seperti puasa enam hari Syawal, puasa Arafah, puasa Tasu’a dan Asyura, puasa ayyamul bidh, puasa Senin Kamis, puasa Daud, dan sebagainya
Puasa makruh seperti mengkhususkan bulan Rajab untuk berpuasa, mengkhususkan hari Jum’at untuk berpuasa
Puasa haram, seperti puasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dan puasa pada hari tasyrik.
Nah kali ini kita akan membahas tentang puasa wajib, khususnya tentang puasa Ramadhan.

Pengertian Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan pelaksanaan dari rukun iman yang keempat yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada seluruh hamba-Nya yang beriman. Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Jadi, dari Firman Allah SWT di atas bisa disimpulkan bahwa melaksanakan puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya, dimana hal tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada penciptanya secara langsung serta kegiatan yang menyangkut aspek hablum minallah.

Akan tetapi, dengan menjalankan puasa Ramadhan juga memiliki keterkaitan yang begitu erat di antara manusia satu dengan manusia lainnya, seperti timbulnya rasa simpatik serta rasa kebersamaan, timbulnya semangat untuk saling tolong menolong, dan masih banyak lagi. Selain itu, puasa merupakan salah satu bentuk ketentuan Allah yang harus dijalankan oleh setiap mukmin, dimana dalam styariat islam tujuan berpuasa adalah untuk meningkatkan kualitas ketakwaan kita.

Selain ayat 183, dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 185 juga tampak sekali tentang kewajiban bagi umat muslim dalam menjalankan puasa Ramadhan

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS. Al Baqarah: 185)

Rukun Puasa Ramadhan

Adapun rukun dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan adalah :

Niat
Niat merupakan tahapan penting dalam menjalankan puasa Ramadhan maupun ibadah-ibadah lainnya, dimana hal tersebut dilakukan sebelum melaksanakan puasa maupun jenis ibadah lainnya. Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Jamaah, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya:

“Sesungguhnya amal tergantung dari niat, dan setiap manusia hanya memperoleh apa yang diniatkannya.”

Niat puasa Ramadhan diucapkan sebelum fajar tiba. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh 5 orang perawi dari Hafsah, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

“barang siapa tidak berniat berpuasa sebelum fajar, tak ada puasa baginya.”

Akan tetapi dalam pengucapan niat puasa Ramadhan terdapat perbedaan diantara beberapa golongan, yaitu :

Menurut mahdzab Syafe’i, Hanafi, dan Hambali niat pelaksanaan puasa Ramadhan, wajib dilakukan disetiap malam pada bulan-bulan tersebut, yaitu mulai dari terbenamnya matahari hingga sebelum sang fajar terbit. Adapun lafadz niat puasa ramdhan adalah: “Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala”
Yang artinya “Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Menurut mahdzab Maliki menyatakan hal yang lain yaitu niat untuk berpuasa Ramadhan bisa dilakukan sekali saja, yaitu pada malam pertama yang diniatkan selama sebulan penuh. Adapun lafadz niatnya adalah “Nawaitu sauma syahri ramadana kullihi lillaahi ta’aalaa.” Yang artinya “Aku berniat berpuasa sebulan Ramadhan ini karena Allah ta’ala.”
Menahan diri dari kegiatan makan, minum, bersetubuh, maupun hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa
Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 187, yang artinya:

“Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu, karena itu Allah mengampuni dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.”

Syarat Puasa Ramadhan

ads

Syarat menjalankan puasa ramadhan sama seperti syarat-syarat berpuasa pada umumnya, dimana syarat tersebut dibedakan menjadi 2, yaitu
1. Syarat Wajib puasa

Yang dimaksudkan dengan syarat wajib berpuasa yaitu apabila seseorang telah tiba pada masa tertentu, maka ia wajib melaksanakan ibadah tersebut. Adapun syarat wajib puasa adalah:

Berakal, artinya puasa diwajibkan bagi mereka yang waras dalam berfikir sebagai seorang manusia. Dengan kata lain tidak gila, tidak sadarkan diri (koma)
Baligh, artinya puasa diwajibkan bagi mereka yang telah mencapai usia baligh disisi syarak. Adapun tanda seseorang yang bisa dikatakan baligh antara lain adalah:
-> Ihtilam (keluar air mani baik dalam keadaan sadar maupun sedang bermimpi)

-> Tumbuhnya bulu pada kemaluan

-> Pada wanita terdapat dua tanda khusus yakni datangnya haid serta kehamilan.

Kuat mengerjakan puasa, artinya apabila seseorang sedang dalam keadaan sakit yang apabila dengan berpuasa akan mendatangkan beban kepada dirinya seperti penyakit yang ia derita semakin parah atau sesorang yang sedang dalam perjalanan jauh ( seorang musafir ) maka ia tidak diwajibkan untuk berpuasa. Hal ini dipertegas dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185, yang artinya:
“…barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain…”

2. Syarat Syahnya puasa

Islam, artinya puasa Ramadhan telah disyariatkan bagi umat Islam, dan bukan bagi orang-orang yang kafir. Mumayiz, artinya mampu membedakan yang baik dan yang tidak baik.

Suci dari Haid dan nifas bagi kaum wanita, artinya jika seorang wanita sedang dalam keadaan haid maupun nifas, maka ia tidak diperbolehkan untuk berpuasa, akan tetapi ia wajib menggantikannya dilain hari sebanyak puasa yang telah ia tinggalkan di bulan tersebut.

Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim menjelaskan

“Dari Mu’adzah dia berkata, Saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.”

Hal-hal yang memperbolehkan untuk berbuka puasa (tidak berpuasa)

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi mereka yang beriman baik itu laki-laki maupun perempuan, serta bagi mereka yang telah baligh dan memiliki pikiran yang waras dan juga sehat. Akan tetapi beberapa golongan orang diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan ketentuan:

Dalam Perjalanan Jauh
Orangtua Berusia Lanjut
Dalam Keadaan Sakit
Wanita Menyusui dan Hamil
Sunah – Sunah dalam Menjalankan Puasa

Sahur yang hendaknya dilakukan pada akhir malam meskipun hanya dengan seteguk air saja. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar menjadi kekuatan bagi mereka yang berpuasa. Sebaiknya sahur diakhiri sebelum terbitnya fajar.Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, yang artinya:
“Sahur itu suatu berkah. Maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan meneguk seteguk air, karena sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas orang yang bersahur.” [HR. Ahmad]

Menyegerakan untuk berbuka puasa apabila telah nyata benar waktu terbenam matahari. Dan sangat dianjurkan bagi mereka yang berpuasa untuk berbuka puasa dengan kurma atau makanan yang manis-manis, atau juga bisa dengan air saja. Dalam sebuah hadist,Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya:
“Apabila seseorang diantara kalian berbuka, maka hendaklah ia berbuka dengan korma. Jika ia tidak memperoleh korma, hendaklah ia berbuka dengan air, karena air itu bersih dan membersihkan.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Sulaiman bin ‘Amir]

Membaca Do’a pada saat berbuka puasa.adapun do’a berbuka puasa yang sering kita dengar adalah “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika ya arhamarrohimin.”Yang artinya:“Ya Allah bagi Engkau aku berpuasa dan dengan Engkau beriman aku dengan rezeki Engkau aku berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Adapun lafadz do’a yang diucapkan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam ketika berbuka puasa adalah “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah”

yang artinya:

“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

Berhati-hati dalam perkataan (menjaga lisan) serta bertaubat agar tidak terjatuh dalam perbuatan kemaksiatan.
Memperbanyak kegiatan beribadah seperti membaca, menghayati, serta mengamalkan Alqur’an.
Melaksanakan shalat tarawih pada malam hari serta shalat-shalat malam seperti tahajud dan shalat witir.
Beri’tikaf di dalam masjid untuk mengharapkan lailatul Qadar.
Meninggalkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Hal-Hal yang diperbolehkan dan hal-hal yang dilarang selama berpuasa

Selama menjalankan puasa ramadhan, terdapat hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Apa sajakan itu ?

Hal-Hal yang boleh dilakukan selama berpuasa
Hal – hal yang dilarang selama berpuasa (yang membatalkan puasa)
Hikmah Puasa Ramadhan

Melatih kesabaran
Pada dasarnya, puasa adalah suatu bentuk amalan batin yang berupa kesabaran dan bukan amalan yang semata-mata agar dilihat oleh banyak orang, dimana kesempurnaan puasa seseorang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri dan Allah SWT. Dengan menjalankan ibadah puasa, merupakan suatu jalan untuk mengekang diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkannya.

Dengan kata lain, puasa dapat melatih kesabaran dalam diri seseorang atau sebagai latihan untuk meningkatkan ketabahan dalam diri seseorang, khususnya dalam menahan dorongan hawa nafsu untuk melakukan hal-hal yang terlarang. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Baihaqi,

Sponsors Link

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda yang artinya

“Puasa adalah separuh kesabaran, dan kesabaran itu separuh iman.”

Membentuk Akhlaqul-karimah
Dengan menjalankan puasa Ramadhan, seorang insan akan terdidik untuk selalu berbuat hal-hal yang baik dan mulia, karena selama berpuasa ia terbiasa menghindari kemaksiatan dan sifat kemungkaran yang bisa membatalkan puasanya. Dengan begitu setiap insan akan dapat mengubah serta melengkapi akhak dalam kehidupannya kepada tingkat yang lebih baik lagi.

Dapat mengembangkan nilai-nilai sosial
Dengan menjalankan puasa ramadhan, akan dapat mendidik setiap insan untuk lebih menghargai serta merasakan jerih payah yang dilakukan oleh orang lain. Dengan begitu akan dapat melahirkan sifat persaudaraan serta kehidupan bermasyarakat yang lebih baik

Dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang
Setiap insan akan dididik untuk mengistirahatkan anggota badan terutama organ-organ pencernakan selama ia menjalankan puasa. Dengan demikian, hal tersebut akan memabntu dalam membentuk badan sehingga menjadi lebih kuat dan segar kembali

Menumbuhkan rasa syukur dalam diri setiap insan
Berpuasa akan dapat meningkatkan rasa syukur kita pada Allah SWT atas segala nikmat yang telah Ia berikan selama ini kepada kita, dan dengan melakukan puasa, setiap insan akan dilatih untuk dapat merasakan penderitaan orang lain. Misalnya saja belum tentu orang lain bisa menikmati makanan dan minuman yang dapat kita nikmati saat perut kita terasa lapar, kita masih bisa berobat ke dokter pada saat kita sedang sakit, sementara orang lain belum tentu bisa melakukannya, dan lain sebagainya.

Meningkatkan ketakwaan dalam diri seseorang
Dengan menjalankan ibadah puasa ramadhan dengan baik dan benar, yaitu dengan tata cara yang telah disyariatkan islam, maka akan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam diri seseorang. Selain itu, akan dapat menanbah ketabaha dan ketangguhannya dalam menghadapi segala cobaan dan permasalaahn hidup yang sedang menimpanya.

Dapat membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Dengan berpuasa, maka seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama segala perbuatan yang dapat menimbulkan dosa. Kita akan terbiasa serta terlatih untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan menghindari segala perbuatan dosa sehingga kita senantiasa dapat terbersihkan dari perbuatan dosa.

Membiasakan diri untuk menerapkan hidup hemat
Pada kenyataannya, kita sering menjumpai kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di dalam masyarakat, dimana mereka akan menyiapkan beraneka ragam jenis makanan untuk menyambut datangnya waktu berbuka puasa. Padahal ketika waktu berbuka telah tiba, justru hanya sedikit makanan saja yang dapat kita makan. Sehingga hal tersebut akan membuat makanan-makanan yang tidak termakan menjadi sia-sia atau mubadzir.

Sementara di luar sana masih banyak saudara-saudara kita yang tidak dapat berbuka puasa karena tidak memiliki sesuatupun untuk dimakan. Jika begitu, kenapa kita masih bisa menyia-nyiakan makanan? Bukankah akan lebih baik jika kita berhemat dan menabungkan uang yang tadinya untuk membeli makanan tetapi menjadi sia-sia karena tidak termakan?

Tahapan Menulis Skripsi (dari awal sampai akhir) dengan cepat

1.Tentukan pilihan

Pada tahap ini kamu tentukan kemana bidang kuliah yang kamu minati, biasanya dapat dilihat dari Mata Kuliah Pilihan (tidak wajib, tapi wajib di pilih buat nambah jumlah SKS sebagai syarat kelulusan). Kamu bisa pilih yang kamu sukai atau yang sedang trend saat itu. Kalau prinsip kamu “yang penting cepat lulua, tanpa peduli bidangnya apa”, carilah informasi penelitian yang tidak membutuhkan waktu lama, sederhana, murah meriah. Kalau mau ikut proyekan dari dosen, harap teliti dulu butuh pengerjaan berapa lama proyek itu, bagaimana tingkat kesulitannya, karena ada beberapa dosen yang “memanfaatkan” waktu dan tenaga kamu untuk membantu proyekan mereka yang lamaaa dan lebih berat (tidak sesuai untuk penelitian S1), tanpa memikirkan sesungguhnnya kamu ingin segera lulus. Jangan mikir yang penting gratisan, pikirkan juga ortu kamu yang pingin liat kamu segera wisuda. Itu sih pendapat saya, tapi kalau kamu memang mencintai pekerjaan itu, dan masih ingin berlama-lama di kampus it’s ok.

2. Hunting info

Jika kamu sudah menentukan pilihan, kamu bisa hunting info mengenai bidang tersebut, apa yang akan kamu angkat untuk dijadikan penelitian. Sambil hunting info, jangan lupa hunting dosen pembimbing, supaya kebagian kouta, biasanya setiap dosen dibatasi untuk menjadi pembimbing skripsi. Tips mencari dosen pembimbing, carilah dosen pembimbing yang baik; yang benar-benar membimbing; tidak sibuk atau sedang kuliah S2 atau S3 apalagi bolak balik luar kota; cari dosen yang senior karena beliau sudah sangat berpengalaman dalam membimbing, ilmunya melimpah, biasanya disegani oleh juniornya; carilah dosen pembimbing yang master dibidangnya, karena akan menjadi penolong saat ujian.

3.Tentukan judul dan dosen pembimbing

Setelah mendapat cukup banyak info, tentukanlah judul apa yang akan kamu ajukan, saran saya buatlah beberapa judul, begitu pula alasan mengapa kamu mau mengangkat permasalahan itu. Jika sudah ada beberpa alternatif judul, temuilah dosen pembimbing kamu, tentunya setelah kamu mendaftarkan diri ke bagian akademik dan sudah membuat janji bertemu dengan dosennya. Usahakan hari itu juga kamu mendapatkan judul yang fix , alasan-alasannya, agar kamu bisa mencari info lebih banyak. Setelah mendapatkan judul yang kira-kira tepat, sebelum berpisah dari dosen pembimbing, tentukan jadwal bimbingan lagi. Jika ingin skripsi kamu segera selesai jarak antar bimbingan satu dengan selanjutnya jangan terlalau lama.

4.Pembuatan Usulan Penelitian

Setelah berdiskusi mengenai judul, buatlah BAB 1 sampai BAB 3. Pembuatan Bab 1 (Pendahuluan) biasanya berdasarkan hasil diskusi dengan dosen pembimbing ke 1,2, atau 3. Baca juga skripsi sebelum-sebelumnya yang mirip dengan judul kamu untuk mengetahui Bab 3 (metodelogi), bahan, alat, metode penelitian, dan analisis data. Sedangkan untuk penulisan Bab 2, kamu bisa search di internet (minimalisir data sekunder, terutama dari blog, utamakan dari jurnal); data primer dari buku-buku yang berkaitan, supaya lebih mudah tidak perlu mencari buku lintas kampus, kamu bisa tanya ke dosen pembimbing, mungkin mereka punya bukunya. Ingat pembuatan UP ini harus selesai sesuai jadwal bimbingan kamu selanjutnya.

5.Bimbingan pembuatan Usulan Penelitian (UP)

Setelah UP yang kamu buat selesai, kamu bisa bertemu ke dosen pembimbing untuk mengoreksi hasil tulisan kamu. Mulai saat ini kamu perhatikan baik-baik perbaikan apa saja yang harus dilakukan, jangan sampai bimbingan selanjutnya kesalahan itu masih ada. Kamu juga harus perhatikan cara dosen kamu membimbing, ada dosen yang hanya membacakan apa saja yang harus kamu perbaiki, ada yang hanya memberi tanda-tanda bahwa yang kamu tulis itu salah, tidak jelas, tidak perlu di tulis, atau ada yang di tambahkan, ganti paragraf, dll. Jika tipe dosen seperti itu kamu harus rajin mencatat perkataanya (kalau perlu direkam deh), kalau terlalu cepat jangan sungkan untuk minta diulang. Tapi ada juga dosen yang menyenangkan, dia akan menulis yang seharusnya kamu tulis di lembar UP kamu, inilah dosen yang paling enak. Biasanya diskusi dengan dosen pembimbing akan ditanyakan saat sidang nanti (jadi catat semua hal-hal penting). Ada saat dimana dosen tidak bisa memeriksa hasil UP kamu saat itu, jangan khawatir kamu bisa minta jadwal bimbingan, ingat jadwalnya jangan terlalu jauh, sesuaikan dengan jadwan dosen semua pembimbing.

Permasalahan yang membuat bingung adalah pendapat antara dosen pembimbing 1 dan 2 berbeda, naaah biasanya kan bimbingan pertamakali ke dosen pembimbing 1, kalau ternyata berbeda dengan dosen pembimbing ke-2 kamu bisa mengutarakan pendapat dosen pembimbing 1 ke dosen pembimbing 2, biasanya sih yang ke-2 mengikuti yang ke-1.

6.Bimbingan, revisi, bimbingan, revisi, oke!

Setelah kamu revisian, kamu bimbingan lagi, ada revisian…bimbingan lagi, sampai dosen pembimbing 1 dan 2 mengatakan oke! (yaa ngga harus oke juga sih kata-katanya, yang semakna lah ya). Jangan lupa minta tanda tangan pengesahan bahwa UP kamu sudah disetujui oleh dosen pembimbing.

7.Daftar Seminar.

Cek ke TU atau akademik persyaratan apa saja yang harus kamu penuhi, biasanya draf UP dan transkrip akademik kamu, pastikan SKS yang sudah kamu ambil memenuhi syarat untuk maju seminar UP. Teliti kembali jumlahnya, jangan sampai ada mata Kuliah dobel. Persiapkan seminar UP dengan matang, kuasai laporan UP kamu.

8.Revisi setelah seminar

Tunggu dulu, perjuangan belum berakhir, biasanya setelah seminar akan banyak revisi dan masukan dari dosen penguji. Setelah kamu catat masukan dan revisian dari dosen kamu bisa menemui langsung pembimbing, karena tidak semua revisi atau saran bisa dimasukkan, biasanya ada beberapa yang tidak perlu dirubah (lumayan, mengurangi pekerjaan). Setelah bimbingan, segera perbaiki dan bimbingan lagi untuk mengecek hasil revisisan kamu. Kalau oke, segera minta tanda tangan pengesahan lagi.

9.Mulai Penelitian

Mulailah penelitian sesegera mungkin, semakin kamu cepat memulai, cepat juga menyelesaikannya. Setelah setengah perjalanan penelitian kamu, sebaiknya kamu mula mencicil membuat skripsi, BAB IV-V, lampiran (foto-foto), mulai bikin abstrak, daftar isi, kata pengantar, ucapan terimakasih, biodata. Jadi ketika penelitian kamu sudah beres kamu tinggal mengolah data dan menambahkan tulisan-tulisan yang kurang.

10.Penelitian Selesai

Hal yang paling sulit adalah penulisan pembahasan dalam hal ini. Analisa dan semua ilmu yang telah kamu pelajari sangat berperan penting, mainkan semuanya, dan gunakan bahasa yang runut dan mudah dimengerti oleh orang yang akan membaca skripsi kita, meskipun si pembaca bukan bergerak dibidang yang sama seperti kita. Alasan-alasan yang diajukan harus masuk akal dan jangan menimbulkan pertanyaan, rancu, tidak nyambung, apalagi berbenturan dengan teori dasar. Analisis data bisa kamu serahkan pada ahlinya, tidak masalah mengeluarkan uang tambahan daripada kamu harus menambah waktu dan pikiran untuk mempelajari, belum lagi kalau ada yang salah, kecuali kamu sedang santai membuat skripsi. Saran dari saya, carilah teman anda yang kuliah di ilmu statistik atau paham mengenai statistik, jadi bisa dapat harga teman, hehe. Segera selesaikan bagian yang paling berat ini. Setelah itu kamu atur jadwal lagi untuk bimbingan, revisi, bimbingan lagi.

11.Seminar pra sidang/ kolokium/ seminar hasil

Di beberapa PTN/PTS ada yang menggunakan seminar ini. Di seminar ini kita memepresentasikan hasil penelitian kita, persiapannya akan lebih matang daripada seminar UP, karena kamu akan diuji dari segi keilmuan juga tentang apa yang kamu tulis di BAB IV dan V.

12. Sidang Sarjana

Inilah proses akhir dari perjalanan panjang perkuliahan Strata 1. Persiapan materi yang perlu kamu kuasai adalah lihat pengujinya siapa dan minta bantuan dosen pembimbing dan senior-senior sebelumnya yang pernah diuji oleh beliau, prediksi pertanyaanya. Selain itu kamu kembangkan judul skripsi kamu yang berhubungan dengan bidang penguji sidang. Agar lebih simpel, tulislah pertanyaan yang kira-kira akan muncul lalu jawablah sendiri (itu sangat efektif loh). Selama persidangan jangan grogi, jawablah yang kamu tau, jika tidak tau cukup senyum manis dan katakan “maaf pak lupa” (jurus jitu) jangan jawab asal karena kamu akan ‘dibantai’ nanti dengan pertanyaan yang lebih gila lagi. Setelah sidang akan ada Yudisum, disini kamu akan dapat banyak wejangan dari ketua jurusan ,dari dosen, pengumuan IPK kamu, dan pemberian gelar sarjana. Suasana haru, flashback masa-masa awal kuliah akan terlintas cepat diotak kamu, tahan air mata, jangan lupa ucapkan terimakasih untuk semua dosen terutama pembimbing.

Selamat, kamu sekarang sarjana
Aamiin..semoga saja yaAllah
##Harus_semangat
##Fighting
##Latifah_Hanum_Pane_Pasti_Bisa

Hukum Pacaran Dalam Islam Source: https://muslimfiqih.blogspot.co.id/2015/06/hukum-pacaran-dalam-islam.html

Hukum Pacaran – Ditengah tengah masyarakat kita saat ini muncul fenomena pacaran. pacaran biasa dilakukan pasangan muda mudi untuk menjalin kasih dan saling berkasih sayang antar keduanya. berprinsip dasar saling cinta, sepasang muda mudi bisanya saling menjajaki karakter masing masing dengan niat beragam. ada yang hanya untuk bersenang senang saja dan ada yang serius berniat untuk memilih calon pasangan untuk dinikahi. Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah hukum berpacaran dalam syariat islam. karena dimasa kini pacaran adalah hal sudah umum dan lumrah dilakukan oleh seluruh remaja muslim di tanah air. tentu kita harus mengetahui hukum hukum dalam pacaran. pertanyaannya adalah apakah pacaran itu dibolehkan atau diharamkan, mengingat dalam proses pacaran, berdua-duaan, bersentuhan, berpelukan, berciuman dan lain sebagainya selalu mengiringi. Hukum pacaran adalah mutlak Haram dan tidak ada perdebatan sama sekali, dengan begitu kita sesama muslim wajib saling mengingatkan, mengingat Masyarakat muslim sendiri, sudah mulai menganggap biasa proses pacaran dan para orang tua sudah membiarkan anak anak mereka untuk memadu kasih dengan stempel pacaran. tahukah anda bahwa apa yang anak anak anda lakukan saat berpacaran. tahukah anda sebagai orang tua bahwa kewajiban anda adalah mendidik anak anak anda dengan akhlak yang baik sesuai ajaran agama islam. Baca juga : hadist tentang cinta Hukum tentang larangan pacaran sudah sangat jelas ALLAH terangkan dalam Al-Qur’an serta dijelaskan pula oleh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai hadistnya. berikut dibawah ini dalil, ayat dan hadits tentang hukum berpacaran sesuai syariat islam, simak dan renungkanlah . . . Hukum Pacaran Dalam Islam Hukum Pacaran Dalam Islam : Pacaran Adalah Perbuatan Mendekati Zina “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista/keji dan sejelek-jelek jalan.” Al-Isra`: 32 Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: “Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil dari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan/berbicara (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim) Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”An-Nur ayat 30 “Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu‘Abbas.R.A) “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad) Dari beberapa hadist Rasulullah diatas, sudah jelaslah dan dapat ditarik kesimpulan bahwa pacaran/hubungan antara laki laki dan perempuan yang bukan mahramnya merupakan perbuatan mendekati perzinahan. karena ALLAH SWT dan Rasulnya dengan jelas melarang kita berdua duaan dengan wanita yang bukan muhrimnya. mendekati zina/pacaran saja ALLAH sebut dengan perbuatan keji dan nista, bagaimana jika kita menyentuh dan akhirnya terjerumus dalam zina. semoga kita diberi hidayah oleh ALLAH SWT. Hukum Berbicara Dengan Wanita “Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).” Al-Ahzab: 32 Seperti tertuang dalam ayat Al-Quran diatas, Allah SWT mengajarkan agar para wanita tidak berbicara kepada laki laki dengan suara yang dilembutkan atau dibuat lembut. jadi sebisa mungkin berbicaralah dengan suara biasa agar para lelaki tidak tergoda dan akhirnya timbul nafsu syahwat dalam diri mereka. pertanyaannya adalah apakah dalam pacaran sang wanita tidak bertutur kata lembut ? Hukum Memandang Wanita “Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka.” Al-Ahzab ayat 53 Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulallah SAW tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan (menundukan) pandanganku.” (HR. Imam Muslim) “Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram.” (HR. Abu Dawud, Ath-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani) “Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan (menundukan) pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat.” (HR. Imam Ahmad) Dari beberapa hadist Nabi diatas sudah sangat jelas bahwa memandang saja kita tidak diperbolehkan. memandang wanita yang bukan muhrim apat menimbulkan perasaan syahwat dan itu dilarang oleh ALLAH SWT karena termasuk perbuatan mendekati dan bisa mengantarkan kita kepada perzinahan. seperti yang kita ketahui bagaimana mungkin mereka yang berpacaran tidak saling memandang. bahkan memandang hanyalah proses pertama sebelum akhirnya menyentuh dan berujung pada perbuatan zina. semua kegiatan mulai dari melihat, memandang dan sterusnya dilarang dan sangat jelas diharamkan oleh ALLAH SWT. pertanyaannya adalah, apakah bisa anda berpacaran tanpa memandang ? Hukum Menyentuh/Bersentuhan dengan Wanita “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu’jam Kabir 20/174/386) “Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad) Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Tidak. Demi Allah, tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya), melainkan beliau membai’at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan).” (HR. Muslim) Jika Melihat wanita lain yang bukan mahramnya saja diharamkan, apalagi degan menyentuhnya. Nabi Muhammad SAW sebagai panutan seluruh umat telah mencontohkan bahwa sepanjang hidupnya ia tidak pernah bersentuhan dengan wanita kecuali mahramnya. meski kita tidak mungkin bisa mengikuti apa yang dilakukan Nabi secara sempurna, namun setidaknya kita wajib mengetahui bahwa menyentuh sebagaimana yang ada dalam proses pacaran tidak diperbolehkan dan sebisa mungkin menghidarinya. jikalau kita terjerumus, maka segeralah bertobat dan berusaha menahan hawa nafsu kita agar ALLAH SWT senantiasa meridhoi kita. pertanyaannya adalah mampukah anda untuk tidak menyentuh pacar anda ? Himbauan Untuk Para Wanita Muslim Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. An-Nur ayat 31 Salah satu sebab yang menyebabkan pacaran menjadi budaya dan terjadi pada hampir seluruh anak anak kaum muslim adalah dikarenakan para wanita musim kita tidak menerapkan syariat islam dalam berbusana. para wanita zaman sekarang membuka aurat dan menunjukkan bagian tubuhnya sehingga membuat para lelaki tergoda. para wanita yang menggoda dan lelaki tergoda sama sama berdosa. sehingga dari terbukanya aurat wanita, ditambah dengan ahklak lelaki yang buruk, terjadilah proses pacaran yang disertai dengan melihat, memegang, bermesraan hingga hal hal lain yang dibenci oleh ALLAH SWT. Godaan Wanita Merupakan Fitnah “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu) “Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma) Rasulullah ditanya tentang hal Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka, beliau bersabda: “mulut dan kemaluan.”(H.R. Turmudzi, ia berkata: “hadist ini shahih gharib”). Dan memang Rasulullah telah mengingatkan dalam hadistnya akan bahaya dan fitnah yang muncul dari wanita. sehingga jika para pria tidak berpegang teguh pada ajaran ALLAH dan Rasulnya. maka ia akan terjerumus dalam fitnah terbesar bagi ummat Nabi Muhammad, yaitu wanita. Zina Termasuk Dosa Besar “Seorang muslim yang bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang: ‘Pembunuh, orang yang sudah menikah lalu berzina, dan orang yang keluar dari Islam‘” (HR. Bukhari no. 6378, Muslim no. 1676) “Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah: 44) Ibnu Mas’ud pernah bertanya tentang dosa-dosa besar kepada Rasulullah SAW : Aku berkata: “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar disisi Allah? Beliau bersabda: “engkau menjadikan bersama Allah sekutu yang lain, padahal Dia menciptakanmu”. Dia (Ibnu Mas’ud) berkata: “Kemudian apa?” Beliau bersabda: “Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu.” Dia berkata: “kemudian apa?” Beliau bersabda: “Engkau berzina dengan istri tetanggamu.” (Mutafaqun ‘alaihi) Dari hadits Rasulullah diatas bisa difahami bahwa zina termasuk dosa yang sangat besar disisi ALLAH SWT dan bukan masalah sepele. bahkan disejajarkan dengan seorang pembunuh dan orang yang telah keluar dari agama islam/murtad. jadi para remaja dan muda mudi zaman sekarang yang berpacaran ria dan lalu terjerumus dalam jurang perzinahan, mereka sebenarnya tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang keji dan berdosa disisi ALLAH SWT. Bersegeralah Menikah Untuk Menghindari Pacaran Salah satu hal yang bisa mencegah kita dari godaan melakukan pacaran atau hubungan diluar nikah adalah dengan segera melangsungkan pernikahan jika dirasa telah mampu, siapa yang menunda nunda dan mempersulit perkawinan maka ditakutkan ia akan terjerumus dalam perzinahan. dengan menikah hubungan yang sebelumnya adalah dosa besar berubah menjadi ibadah, indah bukan? berikut dalil tentang menyegerakan untuk menikah. عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ * (رواه مسلم) “Dari Ibnu Mas’ud ra berkata, Rasulullah saw mengatakan kepada kami: Hai sekalian pemuda, barang siapa diantara kamu yang telah sanggup melaksanakan akad nikah, hendaklah melaksanakannya. Maka sesungguhnya melakukan akad nikah itu (dapat) menjaga pandangan dan memlihar farj (kemaluan), dan barangsiapa yang belum sanggup hendaklah ia berpuasa (sunat), maka sesunguhnya puasa itu perisai baginya” (muttafaq alaih) Nah, itu tadi sekilas artikel mengenai bagaimana hukum pacaran dalam islam. semua dalil, ayat dan hadist diatas dengan jelas dan gamblang menerangkan tentang larangan kita umat muslim untuk berpacaran karena syariat islam yang dibawa Nabi Muhammad tidak pernah mengizinkan kita untuk berpacaran. karena dalam pacaran ada proses melihat, berbicara dan menyentuh wanita yang bukan muhrim. jadi sudah jelas dan mutlak serta seluruh ulama sepakat bahwa hukum pacaran adalah HARAM. sekian artikel muslim fiqih kali ini, semoga bisa bermanfaat dan membuat kita lebih taat dalam menjauhi larangannya. wallahu a’lam bishawab.

Source: https://muslimfiqih.blogspot.co.id/2015/06/hukum-pacaran-dalam-islam.html

Berbagai Macam Jenis Mangga Di Indonesia

 

  • Mangga Golek

 

 

mangga golek
Mangga golek

Pohon tidak begitu besar, dengan tinggi kurang lebih 9 meter dan tajuk membulat. Daun berbentuk lonjong, dengan pangkal meruncing dan ujung berbentuk mata tombak.

Panjang daun 24 cm, lebar 6 cm. Tepi daun bergelombang, memiliki tulang daun berjumlah 24 pasang.

Buah berujung runcing, panjang sekitar 17 cm, dengan berat mencapai 500 gram. Permukaan kulit buah terdapat bintik-bintik. kelenjar berwarna putih kehijauan, dan akan berubah warna menjadi.kecokelatan setelah masak. Daging buah tebal, agak lunak, berwarna kuning tua setelah masak, tidak berserat, tidak banyak mengandung air, memiliki aroma cukup harum, dan rasa manis.

Pelok atau biji buah berserat pendek, panjang sekitar 14 cm dengan bentuk pipih memanjang.

  • Mangga Arumanis

 

 

mangga arumanis
Mangga arumanis

Mangga arumanis memiliki aroma cukup harum dan rasa manis. Tinggi pohon sekitar 9 meter, berdaun lebat, dan memiliki mahkota pohon menyerupai kerucut. Daun berukuran cukup besar, dapat mencapai panjang kurang lebih 45 cm, berbentuk lonjong dengan ujung meruncing. Kulit buah berwarna hijau, tertutup lapisan lilin, sehingga warnanya seolah-olah tampak kelabu.

Pangkal buah setelah matang berwarna kekuningan, dan pada permukaan kulit terdapat bintik-bintik kelenjar berwarna putih kehijauan. Berat buah rata- rata 450 gram, berbentuk bulat memanjang, dengan panjang mencapai 15 cm. Pada ujung buah terdapat paruh dan sinus atau lekukan, dan terlihat cukup jelas.

Daging buah tebal, lunak, berwarna kuning, dan tidak berserat atau sedikit serat. Biji buah berbentuk pipih, berserat pendek, dengan panjang sekitar 13 cm.

  • Mangga Manalagi

 

 

mangga manalagi
Mangga manalagi

Rasa buah mangga manalagi cukup enak, seperti perpaduan antara mangga arumanis dan golek. Tinggi pohon pohon hanya sekitar 8 meter, dengan mahkota agak bulat berdiameter sekitar 12 meter.

Panjang daun 25 cm, lebar 7,5 cm, berbentuk lonjong dengan ujung runcing, pada bagian pangkal daun lebih besar dan tidak begitu meruncing. Permukaan daun sedikit berombak. Buah yang sudah masak berwarna hijau tua, tertutup lapisan lilin berwarna kelabu. Saat masak, pangkal buah akan berwarna kekuningan. Kulit buah relatif tebal, dengan bintik- bintik kelenjar berwarna putih dan berubah menjadi cokelat pada bagian tengahnya setelah masak.

Berat mencapai 500 gram dengan panjang sekitar 16 cm. Daging buah tergolong tebal, berserat sangat halus, hanya sedikit mengandung air, berwarna kuning, dan lunak. Rasa buah manis, segar, dan beraroma harum. Buah yang belum masak dan menjelang tua,.rasanya sudah manis, sehingga mangga manalagi sering dimakan dalam kondisi masih keras, tetapi daging buah sudah menguning.

Biji buah agak besar, dengan panjang sekitar 14 cm, dan berserat pendek.

  • Mangga Endog

 

 

mangga endog
Mangga endog

Bentuk bunganya lonjong, bagian pangkal dan ujungnya meruncing. Panjang daun sekitar 19 cm dengan lebar 5 cm. Bunga berbentuk kerucut dengan panjang tandang bunga mencapat 24 cm.

Buah berbentuk bulat kecil menyerupai telur, dengan berat sekitar 200 gram. Panjang buah sekitar 7 cm, dengan diameter antara 5-6 cm. Pangkal buah membulat dengan ujung sedikit berparuh dan tidak memiliki lekuk.

Permukaan kulit pada buah tua halus berlilin, dan terdapat bintik-bintik kelenjar berwarna putih kehijauan. Setelah masak bagian pangkal buah berwarna kuning. Daging buah berserat agak kasar, dan sedikit mengandung air, dan beraroma kurang harum tetapi tetap memiliki rasa manis.

  • Mangga Lalijiwo

 

 

mangga lalijiwo
Mangga lalijiwo

Tinggi pohon mangga lalijiwo.sekitar 8 meter, dengan lebar tajuk mencapai 9 meter. Daun cukup lebat dengan percabangan banyak, dan buah setiap pohon juga banyak. Daun berwarna hijau tua, berbentuk lonjong dan meruncing pada pangkal dan ujungnya.

Panjang daun sekitar 20 cm. Ukuran buah tidak terlalu besar, seperti mangga endog, rata-rata hanya 200 gram. Bentuk buah agak membulat pada bagian ujungnya, dengan panjang 7 cm, berparuh dan berlekuk sedikit. Kulit buah tua berwarka hijau dengan bintik- bintik kelenjar berwarna putih kehijauan. Jika sudah tua, daging buah berwarna kuning tua, berkadar air sedikit, beraroma kurang harum, dan memiliki rasa yang manis.

  • Mangga Madu

 

 

mangga madu
Mangga madu

Tinggi pohon sekitar 10 meter dengan lebar tajuk mencapai 13 meter. Daun dan percabangan relatif sedikit dan cenderung jarang berbuah. Daun agak lonjong berbentuk melipat dan berujung rucing, panjang 22,5 cm dan lebar 6,5 cm. Berat buah sekitar 375 gram, panjang sekitar 10 cm, berbentuk bulat panjang dengan ujung buah membulat, paruh dan lekukan pada ujung buah tidak begitu jelas terlihat. Kulit halus dilapisi lilin, terdapat bintik-bintik kelejar putih kehijauan.

Pangkal buah tua berwarna kuning kemerahan meskipun ujung buah masih berwarna hijau. Daging buahnya berwarna kuning dengan bagian dalam berwarna kuning tua seperti madu. Berserat sedikit, kadar air sedang, beraroma cukup harum, dan rasanya sangat manis, semanis madu. Biji buah berserat pendek, dengan panjang sekitar 9 cm.

  • Mangga Kemang

 

 

mangga kemang
Mangga kemang

Mangga kemang memiliki nama yang cukup beragam, misalnya di Lampung dikenal dengan nama binjai atau belu. Tinggi pohon 20-40 meter dengan pertumbuhan tegak, berbatang bulat dengan diameter 80-100 cm, berwarna kelabu. Daun berbentuk lanset atau lengkung meruncing, panjang 10-15 cm, dan lebar 3-15 cm.

Permukaan atas daun berwarna hijau tua, memiliki tulang daun antara 18-30 pasang. Buah berbentuk elips dengan panjang antara 12-16 cm, diameter 6-10 cm.

Warna kuning kecokelatan setelah masak, berbau seperti terpentin, dan rasanya cukup beragam, manis, sepet, dan asam. Peloknya berukuran cukup besar. Mangga jenis ini sering dimakan sebagai rujak atau asinan.

  • Mangga Kweni

 

 

mangga kweni
Mangga kweni

Tinggi pohon mangga kweni antara 20-30 meter. Permukaan daun bergelombang, meruncing pada bagian pangkal dan ujungnya, panjang 25 cm, dan lebar 6 cm. Bentuk buah lonjong, dengan ujung membulat, tidak berlekuk dan berparuh. Berat buah rata rata 350 gram, panjang sekitar 11 cm.

Kulit halus berlilin, dilengkapi bintik-bintik putih kehijauan. Pada buah yang sudah masak, pangkal dan ujungnya berwarna hijau. Daging buah berwarna kuning, berair dan berserat kasar, beraroma khas kweni. Rasa daging buah cukup manis dengan sedikit rasa terpentin.

  • Mangga Pakel

 

 

mangga pakel
Mangga pakel

Tinggi pohon antara 20-25 meter dengan tajuk membulat berdiameter sekitar 10 meter, dan berdaun lebat. Permukaan daun bergelombang, panjang mencapai 42 cm, lebar 17 cm, serta meruncing pada bagian pangkal dan ujungnya. Bobot buah mencapai 500 gram, berbentuk bulat sedikit lonjong, panjang antara 12-15 cm, berwarna hijau kelabu, dengan permukaan kulit terdapat bercak-bercak cokelat, dan bergetah.

Daging buah berserat kasar, berasa asam sedikit rasa manis bercampur rasa terpentin. Memiliki aroma khas yang cukup kuat. Biasanya buah ini dikonsumsi sebagai jus atau es campur.

  • Mangga Indramayu

 

 

mangga indramayu
Mangga indramayu

Mangga Indramayu merupakan mangga lokal yang banyak di budidayakan di daerah indramayu. Aromanya menyengat dengan rasa manis yang juga menyengat. bentuk buah mangga ini sangat khas, sehingga sangat mudah membedakannya dengan buah mangga jenis lain. Daging buahnya sedikit berair, dan mempunyai serat yang khas, sehingga sangat nikmat saat di santap di musim kemarau, ketika panas menyengat.

  • Mangga Apel

 

 

mangga apel
Mangga apel

Disebut mangga apel, karena bentuknya bulat seperti buah apel tetapi dengan kulit berwarna hijau agak unggu kemerahan di bagian pangkal buah. Mangga apel rasanya masam ketika masih muda dan agak sedikit manis ketika matang. Namun begitu banyak sekali yang menyukai mangga apel terutama untuk di santap sebagai rujak.

  • Mangga Gedong Gincu
    mangga gedong gincu
    Mangga gedong gincu

    Pohon mangga gedong gincu ini, tingginya mencapai 25 m dengan garis tengah batang 75 cm. Kulit batang coklat abu-abu dan berlekahan. Daun tunggal, berseling, jorong sampai lanset, kaku menyerupai kulit. Daun muda kemerahan. Perbungaan tersusun malai, jumlah bunga banyak sekali, hijau kekuningan.

    Bentuknya yang bulat, dengan kulit yang tebal dengan rasa yang manis serta kenyal, ditambah lagi dengan aroma berbau harum yang ditimbulkan dari buahnya ketika mulai matang, menjadi pemicu bagi penggila.mangga berhasrat untuk menikmati buah yang lahir “kemarin sore” ini. Warna bulatan merah ,kuning cerah ,merah keunguan yang menghiasi pangkal buahnya, semakin mempercantik fisik mangga jenis ini.

    Warna mangga ini akan semakin sempurna daya tariknya ketika sudah masuk dalam fase matang sempurna, warna kuning kemerahan layaknya warna gincu. Membiarkan mangga ini matang secara alami di pohonnya, membuat rasa manis yang dikandung dan warna yang memikat.dari buah ini semakin menunjukan ke “cantikannya”. Biji satu dan dibagian dalamnya terdapat endokarpium.

    Itulah macam- macam mangga yang sering kita jumpai di pasaran. Hanya sedikit saja yang bisa kami sampaikan semoga saja banyak manfaatnya.

izin share Yachh…share sama teman yg lain jugag

latifah hanum pane

 

Alat Pengering Tangan Ternyata Lebih Kotor Dari Tisu Kerta

Saat ini alat pengering tangan sudah banyak digunakan di tempat-tempat umum, seperti di toilet, tempat umum, rumah makan dan lainnya. Alat pengering tangan ini dianggap lebih higinis dibandingkan dengan tisu kertas yang biasanya disediakan untuk mengeringkan tangan. Ini karena ketika menggunakan alat pengering tangan, tangan kita tidak langsung menyentuh alat. Hanya menunggu hingga udara panas yang keluar dari alat tersebut membuat tangan kita kering. Praktis dan memang terlihat lebih higinis. Namun faktanya ternyata jauh dari itu. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa menggunakan alat pengering tangan ternyata justru bisa menyebarkan lebih banyak kuman dibandingkan dengan tisu kertas atau tisu toilet. Hasil ini didapatkan peneliti dari University of Leeds, seperti dilansir oleh Web MD (21/11).

Penelitian yang dipimpin oleh Mark Wilcox ini dilakukan dengan meletakkan bakteri yang tak berbahaya pada tangan partisipan. Ini dilakukan untuk membuat tangan partisipan kotor dan melihat persebaran kuman ketika menggunakan alat pengering tangan dan tisu kertas. Selanjutnya peneliti mengukur jumlah bakteri yang ditemukan pada tangan dan tisu kertas. Hailnya, peneliti menemukan bahwa tingkat bakteri pada udara di sekitar alat pengering tangan 4,5 kali lebih banyak dibandingkan dengan yang ada pada alat pengering tangan yang menggunakan udara hangat. Sementara itu, jumlah bakteri pada udara di sekitar alat pengering tangan 27 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di tisu kertas. Tim peneliti juga menemukan bahwa bakteri yang ada di udara tetap berada disana dalam waktu lama. Sekitar 48 % bakteri tetap bisa dideteksi di udara sekitar alat pengering tangan bahkan dalam waktu 15 menit setelahnya.

“Lain kali ketika mengeringkan tangan di tempat umum gunakan tisu kertas daripada alat pengering tangan. Karena Anda secara tak sadar telah menyebarkan bakteri ke udara sekitar Anda,” ungkap Wilcox.

Wilcox menganggap penelitian ini sangat penting untuk memahami bagaimana bakteri menyebar dan kemungkinan penyakit menyebar juga ke orang lain. Selain itu, masyarakat seharusnya mengetahui fakta bahwa alat pengering tangan tidak higinis daripada menggunakan tisu kertas atau tisu kering untuk membersihkan tangan.

Free-shipping-tangan-mesin-pengering-tangan-otomatis-sensor-mesin-pengering-tangan-kering-kering-tangan-otomatis-mesin.jpg_220x220

Trends Mebel Terbaik:

pengering tangan, pengering tangan otomatis, Harga pengering tangan, alat pengering tangan, pengering untuk kursi / sofa, pengering tangan harga, pengering makanan daerah karawang cikampek, jual pengering tangan semarang, jual pengering tangan, jual mesin pengering tangan samarinda, jual alat pengering tangan otomatis murah, harga pengering tangan otomatis, harga furniture tempat kertas minimalis, cara mengganti lain kursi kayu jati dari kain perca, alat pengering tangan otomatis sensor, alat pengering tangan modern, tempat kain kotor dari jepara

Merawat Orang Tua Yang Telah Lanjut Usia

Tidaklah rugi bila kita di kasih kesempatan untuk merawat orang tua kita di kala beliau sudah lanjut usia. Pengorbanan beliau terhadap kita anak-anak yang di lahirkan sangat berarti sekali dalam kehidupan kita. Pengorbanan tersebut tidak pernah akan terbalaskan oleh kita sebagai anaknya, meskipun dengan harta yang berlimpah yang di berikan lepadanya oleh anak-anaknya. Dalam merawat beliau dihari tua, banyak godaan yang datang terhadap kita sebagai anaknya, hal ini dikarenakan psycolohy dari mereka sudah banyak berubah, bukan lagi sebagai orang tua tempat kita meminta perlindungan akan tetapi beliaulah yang meminta kepada kita perlindungan itu. Saya mencoba ingin berbagi buat anda semuanya, pengalaman dalam merawat Ibu yang telah melahirkan saya di kala usia yang telah senja ini. Mudah mudahan sangat bermanfaat buat semuanya.

Ibu, mamih saya di karunia 7 anak dan saya adalah anak laki-laki ke 6 yang beliau lahirkan. Ketika beliau masih muda sifat ibu saya yang aktif dalam berorganisasi dengan ibu-ibu dari tempat bapak bekerja sangat aktif sekali, hal ini beliau lakukkan untuk menunjang karir dari suaminya yaitu bapak saya. Karena saking aktifnya terkadang waktu untuk anak-anak sangat sedikit.

Ketika saya masih kecil terkadang ada rasa kekesalan karena sibuknya ibu dengan berbagai aktifitas Dharma Wanita nya. Kini di kala saya dewasa saya baru banyak mengeti akan hal itu. Mungkin bagi saudarasaudara saya yang lain tidak mengerti hal tersebut dilakukkan ibu saya dahulu, sehingga timbul rasa acuh ketika beliau sudah lanjut usia kini.

Yang perlu di perhatikan oleh kita sebagai anaknya dalam menghadapi orang tua yang telah lanjut usia adalah kesabaran, keiklasan, memberikan waktu dan mau menerima apa yang sangat diinginkan oleh beliau, dan harus mengerti sifatnya. Jangan selalu menyalahkan sifat dan kebiasaan dari diri ibu sendiri yang sudah terpola sejak beliau anak-anak, dewasa, sebagai istri dan kini sebagai orang yang sudah lanjut usia.

Contoh dari uraian diatas yang pernah saya alami :

1. Kesabaran

– Ketika sedang membahas suatu hal, sering kali beliau bertanya sambil berulang ulang, terkadang rasa kesal timbul dari diri kita, krn cape untuk menjelaskannya kembali

– Bila ada keinginan minta segera dilayani, seolah tidak pernah mau tau kalau saya baru pulang bekerja dari pagi sampai malam.

– Bila sedang menyuapin terkadang lama di telan sehingga kesal menunggu

– Bila sedang ingin buang air besar atau kecil tidak pernah tau waktunya, yang terkadang saya sudah rapih dan pamit akan pergi kekantor baru ingin buang hajat. Sehingga timbul rasa kesal akan kesiangan sampai di kantor.

• Semua diatas adalah contoh yang mana kesabaran kita di coba, manusiawi kalau ada rasa kesal dalam diri kita menghadapinya, tapi segeralah beristigfar, agar rasa itu lenyap dari dalam diri kita, dan cobalah selalu mengenang akan pengorbanan kesabaran beliau menghadapi kita semasa kecil, belum seberapanya  dengan apa yang kita lakukkan untuk nya. Dengan telaten beliau merawat kita dengan kesabaran ketulusan hingga kita besar kini.

Segeralah meminta maaf bila beliau mengetahui kalau kita kesal dan tidak sabar.

2. Keiklasan

Apa yang kita kerjakan dalam merawat orang tua yang telah lanjut akan terasa oleh beliau dari kerjaan yang di kerjakan kita untuk nya, ada beberapa contoh yang saya alami dan komentar dari ibu ketika sedang melakukkan apa yang beliau inginkan

– Ketika sedang memandikan , beliau selalu bilang : “ kalau di mandiin kamu selalu banyak busanya, dan merasakan segar dan wangi, rasanya bersih badan mamih ini, beda kalau sama yang lain ! “

– Kekita memasang popok selalu hasilnya beda kalau popok tersebut terpasang oleh orang lain, maka dari itu beliau selalu menunggu sampai saya pulang kerja, meski sudah larut. Hal tersebut sudah saya utarakan knapa mesti nunggu saya, beliau hanya menjawab : “ kalau sama kamu pempersnya/ popok yang di pasang tidak pernah sakit kalau malam “.

• Rupanya kalau kita iklas mengerjakannya beliau tau dan merasakannya, karena saya suka mendengar keluhan saudara saudara kalau sudah melakukan hal untuk ibu sambil mengerutu dan terkadang asal-asalan

3. Sifat

Kenalilah sifat dan karakter orang tua kita, dan terimalah apa adanya karena karekter tersebut tidak akan pernah hilang dari dalam dirinya, seperti sifat dari mamihku yang selalu ingin memberi kepada orang lain meskipun beliau hanya punya pas-pasan, sebagai contoh ;

– Mamih selalu mendapat tambahan uang jajan dari anak-anaknya selain uang pensiunan, bila ada orang yang datang kerumah beliau selalu ingin memberi meski sedikit, selagi ada uang tidak menjadi masalah, tapi kalau uang jajannya menipis dan keinginan itu ada terkadang kita selalu kesal, karena bila habis dia akan muram dan terkadang menjadi sakit. Akan tetapi bila dia memberi ada kebahagian yang dia terima terpancar dari roman mukanya.

– Mamih selalu membanggakan putra sulungnya yang lebih maju kehidupannya dari anak-anak lainnya bila bercerita kepada saudara-saudara dan kerabatnya , akan tetapi si anak sulung ini kurang waktu untuk ibunya sendirinya, ini membuat kesal saudara-saudara lainnya.

• Disinilah kita musti dapat menerima sifat dan karakter dari ibu, itulah dia ibu kita sendiri. Dengan karakter dan sifatnya itu menjadikan kebahagian buat nya.

4. Memberikan waktu Kondisi ibu yang sudah tidak dapat berjalan dan melakukan aktivitas sendiri, harus dapat kita rasakan dan dapat melihat kebelakang bagaimaa kehidupan ibu kita yang dahulu sangat aktif, dapat kesana kemari sekarang hanya duduk di kursi roda atau berbariung di sofa bertemankan acara tv.

Dimana anak-anaknya sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing sehingga untuk berkomunikasi saja sudah mengalami kesulitan karena waktu.

Cobalah sediakan waktu sepulang kerja atau ada kesempatan, duduk di sebelahnya mengajak berbicara sambil melayani keperluannya. Ceritakan apa saja yang dapat membuat beliau dapat berkomunikasi dan merasa di pentingkan.

Cobalah cari waktu untuk mengajak jalan keluar rumah dengan mengendarai mobil berkeliling kota mampir di tempat makan / restaurant yang di inginkannya. Pasti kebahagian untuknya akan di dapat.

Kita semua akan tua, kita tidak akan pernah tau bila tua nanti akan seperti apa, Jadi belajarlah mengasihani, melayani, memperhatikan dan menemani serta berikan kebahagian untuk yang telah lanjut usia. Janganlah melihat masa lalu yang membuat kita sakit oleh yang telah lanjut usia ini terhadap kita, tapi lihatlah bagaimana kita dapat tidaknya membahagian di hari tuanya. Biarlah dia memuji si sulung setinggi langit, kita tidak perlu pujian kok, tapi kita menyayangi beliau ibu kita dengan segala kekurangan dan kelebihannya dan memberikan pelayanan yang SUPER untuknya, tanpa dia kita tidak ada, tanpa dia bukan siapa-siapa. Apa yang telah mereka kornamkan untuk kita, tidak pernah bisa kita membalasnya. Bekas suami, ada istilahnya, bekas istri ada istilahnya tapi tidak ada beskas ibu ……………love you mom, u always the 1st in my heart