Puasa Ramadhan – Pengertian, Rukun, Syarat, Ketentuan Puasa Ramdahan

Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin , selamat puasa bagi yang menjalankan semoga amal ibadah puasa kita di terima dan doa kita di izabah Oleh Allah SWT..Aamiin..

Secara bahasa, puasa diartikan sebagai menahan dari sesuatu. Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkannya yang disertai dengan adanya niat dan dilakukan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

ads

Puasa juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menahan diri dari rasa lapar dan dahaga, serta dari perbuatan-perbuatan buruk maupun dari segala hal yang dapat membatalkannya dalam periode waktu tertentu yang pada umumnya dilakukan dalam jangka waktu satu hari. Adapun dilaksanakannya puasa adalah sebagai bentuk upaya dalam rangka menunaikan ibadah. Akan tetapi bagi sebagaian masyarakat, puasa juga dilakukan dalam rangka tujuan tertentu seperti untuk meningkatkan kualitas kehidupan spiritual seseorang, seperti puasa yang dilakukan oleh para pertapa

Puasa Menurut Ajaran Agama Islam

Puasa dalam islam juga dikenal dengan shaum yang merupakan salah satu ibadah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang pelaksanaannya boleh dilakukan pada hari apa saja, kecuali di dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dan di tiga hari tasrik.

Adapun definisi dari puasa menurut islam adalah menahan diri dari dua syahwat (yaitu perut dan kemaluan) serta dari segala yang memasuki tenggorokan seperti obat-obatan dan lain sebagainya yang dilakukan mulai dari terbit fajar kedua / shadiq hingga terbenamnya matahari kembali dengan disertai oleh niat yang tulus dengan tujuan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Ditinjau dari hukumnya, puasa dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

Puasa wajib seperti puasa ramadhan, puasa kifarah, puasa qadla, serta puasa nazar
Puasa sunnah seperti puasa enam hari Syawal, puasa Arafah, puasa Tasu’a dan Asyura, puasa ayyamul bidh, puasa Senin Kamis, puasa Daud, dan sebagainya
Puasa makruh seperti mengkhususkan bulan Rajab untuk berpuasa, mengkhususkan hari Jum’at untuk berpuasa
Puasa haram, seperti puasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dan puasa pada hari tasyrik.
Nah kali ini kita akan membahas tentang puasa wajib, khususnya tentang puasa Ramadhan.

Pengertian Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan pelaksanaan dari rukun iman yang keempat yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada seluruh hamba-Nya yang beriman. Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Jadi, dari Firman Allah SWT di atas bisa disimpulkan bahwa melaksanakan puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya, dimana hal tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada penciptanya secara langsung serta kegiatan yang menyangkut aspek hablum minallah.

Akan tetapi, dengan menjalankan puasa Ramadhan juga memiliki keterkaitan yang begitu erat di antara manusia satu dengan manusia lainnya, seperti timbulnya rasa simpatik serta rasa kebersamaan, timbulnya semangat untuk saling tolong menolong, dan masih banyak lagi. Selain itu, puasa merupakan salah satu bentuk ketentuan Allah yang harus dijalankan oleh setiap mukmin, dimana dalam styariat islam tujuan berpuasa adalah untuk meningkatkan kualitas ketakwaan kita.

Selain ayat 183, dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 185 juga tampak sekali tentang kewajiban bagi umat muslim dalam menjalankan puasa Ramadhan

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS. Al Baqarah: 185)

Rukun Puasa Ramadhan

Adapun rukun dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan adalah :

Niat
Niat merupakan tahapan penting dalam menjalankan puasa Ramadhan maupun ibadah-ibadah lainnya, dimana hal tersebut dilakukan sebelum melaksanakan puasa maupun jenis ibadah lainnya. Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Jamaah, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya:

“Sesungguhnya amal tergantung dari niat, dan setiap manusia hanya memperoleh apa yang diniatkannya.”

Niat puasa Ramadhan diucapkan sebelum fajar tiba. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh 5 orang perawi dari Hafsah, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:

“barang siapa tidak berniat berpuasa sebelum fajar, tak ada puasa baginya.”

Akan tetapi dalam pengucapan niat puasa Ramadhan terdapat perbedaan diantara beberapa golongan, yaitu :

Menurut mahdzab Syafe’i, Hanafi, dan Hambali niat pelaksanaan puasa Ramadhan, wajib dilakukan disetiap malam pada bulan-bulan tersebut, yaitu mulai dari terbenamnya matahari hingga sebelum sang fajar terbit. Adapun lafadz niat puasa ramdhan adalah: “Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala”
Yang artinya “Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Menurut mahdzab Maliki menyatakan hal yang lain yaitu niat untuk berpuasa Ramadhan bisa dilakukan sekali saja, yaitu pada malam pertama yang diniatkan selama sebulan penuh. Adapun lafadz niatnya adalah “Nawaitu sauma syahri ramadana kullihi lillaahi ta’aalaa.” Yang artinya “Aku berniat berpuasa sebulan Ramadhan ini karena Allah ta’ala.”
Menahan diri dari kegiatan makan, minum, bersetubuh, maupun hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa
Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 187, yang artinya:

“Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu, karena itu Allah mengampuni dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.”

Syarat Puasa Ramadhan

ads

Syarat menjalankan puasa ramadhan sama seperti syarat-syarat berpuasa pada umumnya, dimana syarat tersebut dibedakan menjadi 2, yaitu
1. Syarat Wajib puasa

Yang dimaksudkan dengan syarat wajib berpuasa yaitu apabila seseorang telah tiba pada masa tertentu, maka ia wajib melaksanakan ibadah tersebut. Adapun syarat wajib puasa adalah:

Berakal, artinya puasa diwajibkan bagi mereka yang waras dalam berfikir sebagai seorang manusia. Dengan kata lain tidak gila, tidak sadarkan diri (koma)
Baligh, artinya puasa diwajibkan bagi mereka yang telah mencapai usia baligh disisi syarak. Adapun tanda seseorang yang bisa dikatakan baligh antara lain adalah:
-> Ihtilam (keluar air mani baik dalam keadaan sadar maupun sedang bermimpi)

-> Tumbuhnya bulu pada kemaluan

-> Pada wanita terdapat dua tanda khusus yakni datangnya haid serta kehamilan.

Kuat mengerjakan puasa, artinya apabila seseorang sedang dalam keadaan sakit yang apabila dengan berpuasa akan mendatangkan beban kepada dirinya seperti penyakit yang ia derita semakin parah atau sesorang yang sedang dalam perjalanan jauh ( seorang musafir ) maka ia tidak diwajibkan untuk berpuasa. Hal ini dipertegas dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185, yang artinya:
“…barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain…”

2. Syarat Syahnya puasa

Islam, artinya puasa Ramadhan telah disyariatkan bagi umat Islam, dan bukan bagi orang-orang yang kafir. Mumayiz, artinya mampu membedakan yang baik dan yang tidak baik.

Suci dari Haid dan nifas bagi kaum wanita, artinya jika seorang wanita sedang dalam keadaan haid maupun nifas, maka ia tidak diperbolehkan untuk berpuasa, akan tetapi ia wajib menggantikannya dilain hari sebanyak puasa yang telah ia tinggalkan di bulan tersebut.

Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim menjelaskan

“Dari Mu’adzah dia berkata, Saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.”

Hal-hal yang memperbolehkan untuk berbuka puasa (tidak berpuasa)

Puasa Ramadhan diwajibkan bagi mereka yang beriman baik itu laki-laki maupun perempuan, serta bagi mereka yang telah baligh dan memiliki pikiran yang waras dan juga sehat. Akan tetapi beberapa golongan orang diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan ketentuan:

Dalam Perjalanan Jauh
Orangtua Berusia Lanjut
Dalam Keadaan Sakit
Wanita Menyusui dan Hamil
Sunah – Sunah dalam Menjalankan Puasa

Sahur yang hendaknya dilakukan pada akhir malam meskipun hanya dengan seteguk air saja. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar menjadi kekuatan bagi mereka yang berpuasa. Sebaiknya sahur diakhiri sebelum terbitnya fajar.Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, yang artinya:
“Sahur itu suatu berkah. Maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan meneguk seteguk air, karena sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas orang yang bersahur.” [HR. Ahmad]

Menyegerakan untuk berbuka puasa apabila telah nyata benar waktu terbenam matahari. Dan sangat dianjurkan bagi mereka yang berpuasa untuk berbuka puasa dengan kurma atau makanan yang manis-manis, atau juga bisa dengan air saja. Dalam sebuah hadist,Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya:
“Apabila seseorang diantara kalian berbuka, maka hendaklah ia berbuka dengan korma. Jika ia tidak memperoleh korma, hendaklah ia berbuka dengan air, karena air itu bersih dan membersihkan.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Sulaiman bin ‘Amir]

Membaca Do’a pada saat berbuka puasa.adapun do’a berbuka puasa yang sering kita dengar adalah “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika ya arhamarrohimin.”Yang artinya:“Ya Allah bagi Engkau aku berpuasa dan dengan Engkau beriman aku dengan rezeki Engkau aku berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Adapun lafadz do’a yang diucapkan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam ketika berbuka puasa adalah “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah”

yang artinya:

“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

Berhati-hati dalam perkataan (menjaga lisan) serta bertaubat agar tidak terjatuh dalam perbuatan kemaksiatan.
Memperbanyak kegiatan beribadah seperti membaca, menghayati, serta mengamalkan Alqur’an.
Melaksanakan shalat tarawih pada malam hari serta shalat-shalat malam seperti tahajud dan shalat witir.
Beri’tikaf di dalam masjid untuk mengharapkan lailatul Qadar.
Meninggalkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Hal-Hal yang diperbolehkan dan hal-hal yang dilarang selama berpuasa

Selama menjalankan puasa ramadhan, terdapat hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Apa sajakan itu ?

Hal-Hal yang boleh dilakukan selama berpuasa
Hal – hal yang dilarang selama berpuasa (yang membatalkan puasa)
Hikmah Puasa Ramadhan

Melatih kesabaran
Pada dasarnya, puasa adalah suatu bentuk amalan batin yang berupa kesabaran dan bukan amalan yang semata-mata agar dilihat oleh banyak orang, dimana kesempurnaan puasa seseorang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri dan Allah SWT. Dengan menjalankan ibadah puasa, merupakan suatu jalan untuk mengekang diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkannya.

Dengan kata lain, puasa dapat melatih kesabaran dalam diri seseorang atau sebagai latihan untuk meningkatkan ketabahan dalam diri seseorang, khususnya dalam menahan dorongan hawa nafsu untuk melakukan hal-hal yang terlarang. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Baihaqi,

Sponsors Link

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda yang artinya

“Puasa adalah separuh kesabaran, dan kesabaran itu separuh iman.”

Membentuk Akhlaqul-karimah
Dengan menjalankan puasa Ramadhan, seorang insan akan terdidik untuk selalu berbuat hal-hal yang baik dan mulia, karena selama berpuasa ia terbiasa menghindari kemaksiatan dan sifat kemungkaran yang bisa membatalkan puasanya. Dengan begitu setiap insan akan dapat mengubah serta melengkapi akhak dalam kehidupannya kepada tingkat yang lebih baik lagi.

Dapat mengembangkan nilai-nilai sosial
Dengan menjalankan puasa ramadhan, akan dapat mendidik setiap insan untuk lebih menghargai serta merasakan jerih payah yang dilakukan oleh orang lain. Dengan begitu akan dapat melahirkan sifat persaudaraan serta kehidupan bermasyarakat yang lebih baik

Dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang
Setiap insan akan dididik untuk mengistirahatkan anggota badan terutama organ-organ pencernakan selama ia menjalankan puasa. Dengan demikian, hal tersebut akan memabntu dalam membentuk badan sehingga menjadi lebih kuat dan segar kembali

Menumbuhkan rasa syukur dalam diri setiap insan
Berpuasa akan dapat meningkatkan rasa syukur kita pada Allah SWT atas segala nikmat yang telah Ia berikan selama ini kepada kita, dan dengan melakukan puasa, setiap insan akan dilatih untuk dapat merasakan penderitaan orang lain. Misalnya saja belum tentu orang lain bisa menikmati makanan dan minuman yang dapat kita nikmati saat perut kita terasa lapar, kita masih bisa berobat ke dokter pada saat kita sedang sakit, sementara orang lain belum tentu bisa melakukannya, dan lain sebagainya.

Meningkatkan ketakwaan dalam diri seseorang
Dengan menjalankan ibadah puasa ramadhan dengan baik dan benar, yaitu dengan tata cara yang telah disyariatkan islam, maka akan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam diri seseorang. Selain itu, akan dapat menanbah ketabaha dan ketangguhannya dalam menghadapi segala cobaan dan permasalaahn hidup yang sedang menimpanya.

Dapat membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Dengan berpuasa, maka seseorang akan lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama segala perbuatan yang dapat menimbulkan dosa. Kita akan terbiasa serta terlatih untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dan menghindari segala perbuatan dosa sehingga kita senantiasa dapat terbersihkan dari perbuatan dosa.

Membiasakan diri untuk menerapkan hidup hemat
Pada kenyataannya, kita sering menjumpai kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di dalam masyarakat, dimana mereka akan menyiapkan beraneka ragam jenis makanan untuk menyambut datangnya waktu berbuka puasa. Padahal ketika waktu berbuka telah tiba, justru hanya sedikit makanan saja yang dapat kita makan. Sehingga hal tersebut akan membuat makanan-makanan yang tidak termakan menjadi sia-sia atau mubadzir.

Sementara di luar sana masih banyak saudara-saudara kita yang tidak dapat berbuka puasa karena tidak memiliki sesuatupun untuk dimakan. Jika begitu, kenapa kita masih bisa menyia-nyiakan makanan? Bukankah akan lebih baik jika kita berhemat dan menabungkan uang yang tadinya untuk membeli makanan tetapi menjadi sia-sia karena tidak termakan?

Iklan

Penulis:

Saya adalah saya,saya bukan kamu bukan juga dia ataupun mereka .Karena saya adalah saya dengan segala kekurangan dan kelebihan saya.##fighting_smile:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s